Lahat Datu : Siapa Tausug Atau Suluk?!

KITA DAN MEREKA SEPATUTNYA SAUDARA SEAGAMA, SEBANGSA, SEBUDAYA DAN SERANTAU..

Dari kiri: Bekas governor Tawi-Tawi (bersonglok, baju biru), Al Tillah; Sultan Bantilan Esmail Kiram II (tengah, bersongkok, baju hitam), adik Jamalul Kiram III; dan Mar Roxas (kanan,berbaju putih tanpa songkok), Setiausaha Jabatan Pedalaman dan Kerajaan Tempatan Filipina..
Yang bersongkok itu adalah suku Tausug atau Suluk, beragama Islam, dan dari rumpun Melayu, serumpun dan seagama dengan orang Melayu Malaysia.
Kalau kedua orang bersongkok ini berjalan2 di Jalan Masjid India atau di jalan Chow Kitt di KL, sudah pasti mereka akan dianggap Melayu. Bukan saja pakaian mereka, wajah mereka juga mirip Melayu Malaysia dengan kulit cokelat sawo matang..
Bahasa mereka mirip bahasa Melayu kita dan mempunyai pertalian dengan bahasa Melayu. 
Kedua bahasa Melayu dan bahasa Tausug tergolong dalam keluarga bahasa-bahasa Malayo-Polynesia. Bahasa Tausug ditulis pakai tulisan Jawi dan rumi. macam bahasa Melayu juga..
Contoh perkataan2 Tausug: aku (aku), kita (kita), ikaw (engkau), siya (dia), adab (adab), alam (alam), ahirat (akhirat), akkal (akal), amanat (amanat), awal (awal, asal), ayb (aib), daira (daerah), waktu (waktu), wajib (wajib), subu (subuh), takwim (takwim), sabab (sebab), sahabat (sahabat), paham (faham)…
Ini cara orang Tausug mengucap dua kalimah syahadah dalam bahasa Tausug/Suluk:
Wayruun tuhan malaingkan ha Allah, hi Muhammad in rasul sin Allah.
Dan lihat mereka memakai songkok sebagai tanda kebangsaan Tausug. Bukankah orang Melayu Muslim Malaysia juga pakai songkok sebagai tanda kebangsaan kita?
للاكي براني موڠكين اكن كاله تتاڤي تيدق اكن مڠاله.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*